Home Video – Ibu Tega Bunuh Anak Balitanya di Resort Semarang, Ngaku Stres...

[Feed Video] – Ibu Tega Bunuh Anak Balitanya di Resort Semarang, Ngaku Stres Ditagih Pinjol: Saya Ingin Mati Bersama

Viral-anak [Feed Video] Terbaru TribunJatim Pleasant Admire Video corporations also collar!! Viral Video examination also bushels! also video,ibu,tega,bunuh,TRIBUNJATIM,PEMBUNUHAN ANAK DIBAWAH UMUR,DI SEBUAH KAMAR HOTEL,SEMARANG,PENGAKUAN IBU BUNUH ANAK,PINJOL,
Di Add TribunJatim Pleasant
Consumer TribunJatim Pleasant
Video ID B3f9e_hBO9E

Hyperlink URL : https://www.youtube.com/glimpse?v=B3f9e_hBO9E

Jangan lupa like dan juga subscribe kami supaya mendapatkan notifikasi terbaru ya
TRIBUNJATIM.COM – Riska Sofianasari (35) diamankan karena membunuh anak sulungnya, HA yg berusia 3 Tahun 7 bulan di salah satu kamar resort di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Pembunuhan terjadi pada Selasa (10/5/2022).

Saat itu Riska dan juga anak sulungnya menginap selama semalam di resort yg ada di Kecamatan Gajahmungkur itu.

Riska bercerita ia keluar dari rumahnya setelah sang suami marah saat tahu tabungan keluarga mereka sebesar Rp 38 juta habis untuk membayar tagihan pinjama on-line.

Meski demikian, Riska mengaku bukan dia yg meminjam uang.

Sekitar setahun lalu, identitasnya dipakai oleh rekannya yg berinisial SS untuk mencairkan uang di pinjol.

Karena menggunakan idnetitas Riska, maka perempuan 35 Tahun itu terus ditagih.

Baca Juga :  [Feed Video] - PROGRES FORMULA E JAKARTA SEMUA ZONA TRIBUN SEMAKIN RAPI

Ia pun membayar dengan uang tabungan keluarga mereka.

“Selama 7 Tahun, suami tidak pernah marah-marah. Baru kejadian ini dia marah,” tuturnya saat dihadirkan pada konferensi pers di Mapolrestabes Semarang, Rabu (11/5/2022).

Bahkan Riska sempat diusir oleh suaminya saat tahu tabungan keluarga mereka tersisa hanya Rp 1 juta. Namun menurutnya, ungkapan usiran dari suami itu merupakan gertakan.

“Ya dia cuma ngomong, kalau lama-lama begini anda saya usir. Tapi tidak menjadi diusir,” tutur Riska.

Dengan alasan takut kepada suaminya, Riska kabut dari rumahnya dengan mengajak anak sulungnya, HA.

Sementara anak bungsunya yg berusia 11 bulan tidak dibawa.

Saat itu, dia tidak memiliki niat untuk membunuh anaknya sekaligus untuk mengakhiri hidupnya.

Dia baru berpikir untuk bunuh diri sejak berada di kamar resort.

“Berpikirannya kalau pulang tidak berani pulang. Yaudah niatnya seperti itu,” ujarnya.

Ia merasa kalut atas kejadian tersebut dan juga membuatnya ingin mengakhir hidup bersama anak lelaki sulungnya.

Baca Juga :  PCINU Tiongkok Soroti Potensi Kerja Sama Industri Halal Indonesia-RRT

“Saya ingin mati bersama. Tapi saya dapat diselamatkan,” tandasnya.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar membenarkan kejadian tersebut.

Kasus pembunuhan tersebut berawak saatt ada permalahan keluarga antara Riska dan juga suaminya.

“Tersangka takut karena menggunakan uang mereka tanpa sepengetahuan suaminya sebanyak Rp 38 juta. Suaminya kaget saat uang di rekening Rp 39 juta tinggal Rp 1 juta,” tuturnya.

Kombes Irwan menuturkan uang yg berada di rekening digunakan tersangka untuk membayar pinjaman on-line.

“Temannya menggunakan KTP tersangka untuk meminjam pinjaman on-line kurang lebih Rp 12 juta,” kata Irwan.

Karena identitas pelaku dipinjam, tersangka ditagih.

Pinjaman tersebut awalnya Rp 12 juta namun membengkak karena bunga.

“Karena mendapat tagihan tersangka membayar tagihan itu menggunakan uang tabungan keluarga mereka,” ujarnya.

Kejadian itulah, membuat suami tersangka menegur tersangka.

Hal ini menyebabkan tersangka kabur dari rumah membawa anaknya bermalam di resort.

“Tersangka masuk ke resort pada Senin (9/5/2022),” ujarnya.

Irwan menyebut sang ibu mebekap anaknya hingga tewas pada Selasa (10/5/2022) sekitar pukul 13.00 WIB.

Baca Juga :  [Feed Video] - Salad Buah. Saus Tidak Eneg. Buah Bisa Diganti Suka-suka.

Saat dibekap sang anak sedang tidur sambil memegang mobil mainannya.

“Setelah korban meninggal dunia, pelaku mencoba bunuh diri dengan minum air sabun dan juga melilitkan lehernya menggunakan handuk yg ada di kamar,” jelasnya.

Ia mengatakan di hari kejadian, pihak hootel menghubungi Riska melalui kamar resort.

Saat itu Riska mengangkat telepon dan juga menjelaskan hendak memperpanjang sewa.

Namun sampai dengan pukul 18.00 WIB, tak ada kabar dari Riska.

Maka dari resepsionis resort berinisiatif mendatangi kamar dan juga membuka menggunakan kunci cadangan.

“Saat itulah saksi melihat korban dan juga pelaku di dalam keadaan terlentang,” tutur dia Korban tewas kemudian dibawa ke RSUD Kariadi untuk otopsi sebelum disemayamkan di rumah duka. [Feed Video]

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Pengakuan Ibu yg Bunuh Balitanya di Resort gegara Pinjol: Saya Ingin Mati Bersama, tapi…”, Klik untuk baca: https://regional.kompas.com/learn/2022/05/12/120200378/pengakuan-ibu-yg-bunuh-balitanya-di-resort-gegara-pinjol–saya-ingin-mati?online page=all.

Editor : Rachmawati
Buka Video Selengkapnya :